Cadangan Devisa Indonesia di Posisi Terendah dalam 3 Bulan

Cadangan devisa Indonesia menurun menjadi USD 151,9 miliar pada Februari 2026, dari sebelumnya USD 154,6 miliar pada Januari. Ini merupakan level terendah sejak November 2025, yang terutama mencerminkan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian yang berkelanjutan di pasar keuangan global.

Meski mengalami penurunan, buffer cadangan devisa Indonesia tetap kuat, cukup untuk membiayai 6,1 bulan impor, atau 5,9 bulan jika termasuk kewajiban pembayaran utang luar negeri—jauh di atas patokan kecukupan internasional yang lazim digunakan, yaitu sekitar tiga bulan impor. Bank Indonesia menegaskan bahwa tingkat cadangan saat ini memadai untuk mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan secara keseluruhan.

Ke depan, bank sentral memperkirakan posisi eksternal Indonesia akan tetap solid, ditopang oleh bantalan cadangan devisa yang memadai serta berlanjutnya arus masuk modal asing. Prospek ini mencerminkan sentimen investor yang tetap positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan tingkat pengembalian investasi yang relatif menarik.