Pound Sterling Melemah ke $1,33 di Tengah Ketegangan di Timur Tengah

Pound sterling melemah ke sekitar $1,33, level terendah sejak awal Desember 2025, seiring penguatan kembali dolar AS yang mendapat dukungan dari arus investasi ke aset aman di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa persediaan amunisi AS untuk kategori menengah dan menengah‑atas berada pada rekor tertinggi dan “hampir tak terbatas,” seraya menambahkan bahwa perang dapat dipertahankan “selamanya.”

Pada saat yang sama, kenaikan biaya energi setelah penutupan resmi Selat Hormuz dan penangguhan berkelanjutan ekspor LNG Qatar berisiko mendorong Bank of England ke sikap kebijakan yang lebih hawkish. Politik domestik turut membebani Pound sterling: kekalahan Labour di Gorton and Denton, kursi yang sebelumnya dengan mudah dimenangkannya dalam pemilihan umum 2024, telah meningkatkan ketidakpastian terkait posisi pemimpin Partai Keir Starmer dan Chancellor Rachel Reeves, di tengah spekulasi bahwa mereka dapat digantikan oleh para menteri yang lebih mendukung belanja fiskal yang lebih tinggi, yang berpotensi menambah tekanan pada keuangan publik Inggris.