Dalam lelang terbaru surat utang negara bertenor 2 tahun yang diadakan oleh Amerika Serikat, imbal hasil menunjukkan peningkatan menjadi 3.580%. Ini merupakan kenaikan dari lelang sebelumnya yang menetapkan imbal hasil pada tingkat 3.499%. Data ini diperbarui pada 26 Januari 2026.
Kenaikan imbal hasil ini mencerminkan pergerakan pasar yang turut dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan ekspektasi inflasi. Pasar obligasi sering kali berfungsi sebagai indikator sentimen investor terhadap kebijakan Federal Reserve dan kondisi ekonomi makro lainnya. Saat imbal hasil surat utang meningkat, hal ini menunjukkan bahwa investor mungkin mengharapkan kenaikan suku bunga yang lebih lanjut atau tekanan inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Dalam konteks ekonomi global yang terus bergejolak, perubahan nilai imbal hasil memiliki implikasi yang signifikan bagi kebijakan fiskal dan moneter. Para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat dalam menentukan strategi investasi mereka di masa yang akan datang.