Saham Selandia Baru Menguat Kembali

Saham Selandia Baru naik 72 poin, atau 0,5%, ke 13.603 pada perdagangan Kamis pagi, mengakhiri tren penurunan tiga hari. Rebound tersebut mengikuti penguatan yang kuat di Wall Street semalam, seiring meredanya harga minyak dan data ekonomi yang positif yang meningkatkan selera risiko. Kepercayaan pasar semakin didukung oleh kabar tercapainya perjanjian perdagangan bebas antara Wellington dan New Delhi, yang tidak hanya mencakup perdagangan barang tetapi juga berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih luas.

Di Australia, perekonomian tumbuh sebesar 0,8% qoq pada kuartal IV 2025, lebih kuat dari perkiraan, didukung oleh permintaan swasta dan publik yang solid, sehingga laju pertumbuhan tahunan mencapai 2,6%. Namun, kenaikan indeks acuan tertahan oleh data lemah dari mitra dagang utama, China, di mana aktivitas manufaktur dan jasa melemah pada Februari, sebagian mencerminkan gangguan terkait libur Tahun Baru Imlek.

Secara sektoral, logistik, energy minerals, dan non-energy minerals berkinerja lebih baik, sementara process industries dan producer manufacturing tertinggal. Penguat utama antara lain Briscoe Group (naik 3,2%), Infratil (2,2%), Tourism Holdings (1,6%), dan Sky Network Television (1,5%).