Indeks Shanghai Composite turun 1,6% ke bawah 4.060, sementara Indeks Shenzhen Component melemah 2,6% ke 13.810 pada hari Senin, melanjutkan penurunan dari pekan sebelumnya. Aksi jual terjadi seiring lonjakan harga minyak Brent yang menembus di atas $100 per barel di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah, sehingga meningkatkan risiko inflasi dan mengaburkan prospek pertumbuhan global. Perang antara AS dan Israel melawan Iran telah memasuki pekan kedua tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas, sementara para produsen utama di Timur Tengah memangkas produksi karena pengiriman melalui Selat Hormuz masih ditangguhkan. China, sebagai importir energi terbesar di dunia, sebagian terlindungi oleh cadangan minyak mentah strategisnya yang besar. Di dalam negeri, data menunjukkan inflasi tahunan pada Februari naik ke level tertinggi dalam tiga tahun, didorong sebagian oleh kuatnya belanja selama libur Tahun Baru Imlek. Di antara saham yang mencatat penurunan menonjol adalah Zhongji Innolight (-5,6%), Eoptolink Technology (-5,8%), Suzhou TFC (-7,6%), Zijin Mining (-4,9%), dan Victory Giant (-5,1%).