Indeks koinisiden ekonomi Jepang—yang melacak output pabrik, ketenagakerjaan, dan penjualan ritel—naik menjadi 116,8 pada Januari 2026, dari 114,3 (revisi) pada bulan sebelumnya, menurut data awal. Ini merupakan level tertinggi sejak Februari 2025, yang menunjukkan adanya perbaikan moderat dalam aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Dampak kebijakan perdagangan terbaru Amerika Serikat paling terasa di sektor otomotif, sementara bagian lain dari perekonomian relatif tetap tangguh. Kondisi ketenagakerjaan dan pendapatan juga menguat, sehingga menopang konsumsi rumah tangga, dan investasi bisnis menunjukkan tanda-tanda pemulihan meskipun tekanan biaya masih berlanjut.
Dari sisi kebijakan, Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan jangka pendeknya tidak berubah di level 0,75% pada pertemuan pertamanya di tahun 2026. Dalam tinjauan kuartalannya, dewan direksi menaikkan proyeksi pertumbuhan PDB untuk tahun fiskal 2025 menjadi 0,9% dari sebelumnya 0,7%, dengan alasan dukungan dari perjanjian dagang terbaru dengan Washington serta paket stimulus besar dari Tokyo.