Saham Jepang mengalami penurunan pada hari Senin, melanjutkan penurunan dari rekor tertinggi baru-baru ini, karena kekhawatiran geopolitik dan perdagangan yang kembali muncul mempengaruhi sentimen risiko global. Nikkei 225 turun sebesar 1,3% menjadi sekitar 53.250, sementara indeks Topix yang lebih luas turun sebesar 0,6% menjadi 3.635. Sentimen tertekan setelah ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru pada delapan negara Eropa dalam upaya untuk menguasai Greenland, sebuah langkah yang mendapat kritik dari para pemimpin Eropa. Di dalam negeri, investor menantikan keputusan kebijakan Bank of Japan minggu ini, dengan harapan luas bahwa suku bunga akan tetap stabil. Namun, pelaku pasar berspekulasi tentang kemungkinan perubahan kebijakan pada bulan Juni. Selain itu, ada spekulasi yang berkembang bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi mungkin akan mengadakan pemilihan mendadak bulan depan untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya dan melanjutkan kebijakan fiskal ekspansifnya. Di antara saham individu, kerugian signifikan diamati di antara perusahaan besar seperti Mitsubishi UFJ yang turun sebesar 1,2%, Fujikura sebesar 2,5%, SoftBank Group sebesar 0,8%, Advantest sebesar 1,5%, dan Toyota Motor sebesar 2,3%.