Hati-hati Menyertai NZX 50 Menjelang Pertemuan Fed, Data China

Pasar saham Selandia Baru mengalami penurunan tipis sebesar 11 poin, setara dengan 0,1%, mencapai 13.450 pada perdagangan awal hari Selasa. Ini mengikuti kenaikan moderat yang terlihat pada sesi sebelumnya. Investor menunjukkan kehati-hatian menjelang pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS, yang dimulai hari ini. Ekspektasi pasar menunjukkan bahwa suku bunga akan tetap stabil setelah tiga kali pemotongan berturut-turut. Kekhawatiran tentang independensi The Fed tetap menjadi topik diskusi, terutama di tengah ketidaksepakatan yang terus berlanjut antara Presiden Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell. Selain itu, sentimen dipengaruhi oleh perkembangan di China—mitra dagang terbesar Selandia Baru—karena bersiap untuk mengungkapkan angka keuntungan industri untuk tahun 2025. Laporan ini mengikuti pertumbuhan yang lesu dari Januari hingga November, hanya mencatat peningkatan 0,1%, bersama dengan penurunan signifikan pada bulan November. Di dalam negeri, investor juga fokus pada data perdagangan bulan Desember, yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu, yang diperkirakan akan mengungkapkan neraca perdagangan yang lesu. Sektor kesehatan, mineral energi, dan komunikasi menonjol karena penurunannya, meskipun sektor logistik dan manufaktur produsen berperan dalam membatasi kerugian keseluruhan. Di antara penurun utama adalah Fletcher Building, turun 1,5%, AFT Pharmaceuticals turun 1,4%, Summerset Group turun 0,9%, dan Mercury NZ turun 0,6%.