Futures minyak sawit Malaysia mengalami kenaikan pada hari Rabu, diperdagangkan sekitar MYR 4,265 per ton. Ini menandai kelanjutan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut karena harga tetap mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Faktor utama yang berkontribusi pada tren naik ini termasuk harga minyak nabati yang lebih kuat di pasar Dalian dan Chicago, didukung oleh perkiraan ekspor yang kuat. Laporan dari surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia dari 1 hingga 25 Januari melonjak antara 7,97% dan 9,97% dibandingkan periode yang sama di bulan Desember. Selain itu, permintaan diperkirakan akan meningkat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada bulan Februari. Pelaku pasar juga memprediksi penurunan signifikan dalam produksi bulan Januari karena pengaruh musiman. Namun, potensi kenaikan lebih lanjut dibatasi oleh penguatan ringgit, yang dapat mengurangi daya saing ekspor, dan kehati-hatian seputar rilis data PMI Januari China, mengingat perannya yang penting sebagai pembeli utama. Investor juga waspada menantikan keputusan suku bunga awal tahun dari Federal Reserve AS.