TASI Turun 5% pada Pembukaan

Indeks acuan saham Saudi Arabia, TASI, sempat turun hingga 5% ke level 10.214 pada sesi pembukaan hari Minggu—menjadi posisi terendah sejak Maret 2023—sebelum berbalik menguat ke kisaran 10.700 seiring investor menimbang dampak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menanggapi serangan tersebut, Iran mengambil langkah membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz yang strategis, koridor vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak global dan volume gas alam yang besar, serta melancarkan serangan ke sejumlah negara tetangga, termasuk Saudi Arabia. Meskipun meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi regional dan menekan sentimen investor, harga minyak diperkirakan akan naik. Kenaikan harga minyak mentah pada gilirannya dapat menopang perekonomian Saudi Arabia, sejalan dengan perannya sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia.