Kontrak Berjangka Karet Mendekati Level Tertinggi 2017

Kontrak berjangka karet naik menembus 206 sen AS per kilogram, mendekati level yang terakhir kali terlihat pada awal 2017. Reli ini didorong antara lain oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah gencatan senjata rapuh di Timur Tengah dan terus ditutupnya Selat Hormuz. Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan biaya produksi karet sintetis, sehingga karet alam menjadi relatif lebih menarik dan sering kali mendorong kenaikannya permintaan.

Harga juga mendapat dukungan dari pasokan bahan baku yang ketat di negara-negara produsen utama di Asia Tenggara, di mana produksi secara musiman terbatas selama periode “wintering” berproduksi rendah dari Februari hingga Mei. Pada fase ini, pohon karet menggugurkan daun dan memasuki masa istirahat, sehingga hasil getah lateks turun secara signifikan.