Laju inflasi tahunan Namibia melambat menjadi 2,1% pada Maret 2026, turun dari 2,4% pada Februari dan menandai bulan kelima berturut-turut terjadinya perlambatan. Angka ini merupakan level terendah sejak Juli 2020. Perlambatan pertumbuhan harga terutama didorong oleh melemahnya inflasi pada minuman beralkohol dan tembakau (1,9% vs 3,4% pada Februari), hotel, kafe & restoran (3,7% vs 4,8%), serta penurunan lebih lanjut pada biaya komunikasi (-1,4% vs -1,6%). Harga transportasi juga terus menurun (-1,7% vs -1,0%).
Untuk merespons dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap biaya bahan bakar domestik dan konsumen, pemerintah Namibia memberlakukan pengurangan sementara levy bahan bakar, dengan memotong levy sebesar 50% selama tiga bulan mulai 1 April 2026. Secara bulanan, harga konsumen naik 0,2% pada Maret, setelah tidak mengalami perubahan pada bulan sebelumnya.