Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Australia Bertahan Dekat Level Tertinggi dalam 14½ Tahun

Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun turun menjadi 4,84%, tetap mendekati level tertinggi sejak Juli 2011 di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lagi pekan depan. Deputy Governor RBA Andrew Hauser pada hari Selasa mengatakan bahwa kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi melampaui proyeksi 4,2% dari bank sentral, seraya memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat memaksa RBA untuk menaikkan suku bunga dalam beberapa hari ke depan. Komentarnya memperkuat sinyal dari Governor Michele Bullock, yang pekan lalu menyatakan bahwa kenaikan suku bunga merupakan opsi yang “live”, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak yang berkelanjutan dapat mempersulit upaya untuk mengendalikan inflasi. Semakin banyak ekonom kini memperkirakan RBA akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pekan depan, yang kemudian disusul satu kali kenaikan lagi pada Mei menjadi 4,35%, yang akan menjadi level tertinggi sejak Februari 2025. Pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 75%, naik dari kurang dari 30% pada awal pekan ini, dengan sekitar 60 bps tambahan pengetatan yang diimplikasikan untuk sisa tahun ini.