Kontrak berjangka saham AS bergerak tipis pada Rabu karena para investor menanti rilis laporan inflasi penting yang dapat memberikan gambaran mengenai tren harga terbaru, meski laporan tersebut diperkirakan belum mencerminkan dampak ekonomi dari perang yang melibatkan Iran. Pada sesi reguler Selasa, Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing turun 0,07% dan 0,21%, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,01%.
Sembilan dari 11 sektor di S&P 500 ditutup melemah, dipimpin oleh saham energi seiring penurunan tajam harga minyak. Sebaliknya, saham-saham semikonduktor utama menguat setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) melaporkan penjualan yang kuat, sehingga mengangkat saham seperti Nvidia (naik 1,2%), Micron Technology (naik 3,5%), dan Intel (naik 2,6%).
Indeks-indeks utama sempat menguat pada awal sesi berkat optimisme akan penyelesaian cepat konflik di Timur Tengah, namun kemudian berbalik melemah setelah Gedung Putih mengonfirmasi bahwa belum ada operasi pengawalan kapal perang yang dilakukan di Selat Hormuz. Pejabat AS juga menyatakan bahwa aktivitas militer semakin intensif dan prospek bagi negosiasi diplomatik tetap terbatas.