Euro mempertahankan posisinya di atas $1,18 pada hari Selasa, bertahan di dekat titik tertingginya sejak September 2021, didorong oleh melemahnya dolar dan selesainya perjanjian perdagangan signifikan antara EU dan India. Kesepakatan bersejarah ini, yang mencakup seperempat dari PDB global, membentuk zona perdagangan bebas yang substansial untuk dua miliar orang setelah hampir dua dekade negosiasi. Baik Brussels maupun New Delhi mengantisipasi bahwa perjanjian ini akan membuka peluang pasar baru di tengah tarif AS dan pembatasan ekspor China. EU optimis bahwa ekspornya ke India berpotensi meningkat dua kali lipat pada tahun 2032.
Sementara itu, pelaku pasar dengan cermat memantau Federal Reserve AS, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Investor juga dengan cermat mengamati petunjuk mengenai waktu pemotongan suku bunga berikutnya, di tengah spekulasi bahwa kandidat yang lebih dovish mungkin akan ditunjuk sebagai penerus Ketua Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan ini.
Menambah sentimen hati-hati adalah ketegangan geopolitik dan perdagangan yang sedang berlangsung, karena Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi pada barang-barang Korea Selatan. Ini mengikuti peringatan serupa yang dikeluarkan kepada Kanada dan Eropa awal bulan ini.