Perak mengalami lonjakan yang signifikan, melampaui $92 per ons pada hari Rabu saat terus bergerak naik ke ketinggian baru. Kenaikan ini terjadi ketika pasar menilai indikator inflasi yang mereda di tengah tantangan makroekonomi dan politik yang sedang berlangsung. Data terbaru dari AS mengungkapkan bahwa harga produsen sesuai dengan ekspektasi, sejalan dengan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih rendah awal pekan ini. Data ini mendukung harapan bahwa Federal Reserve mungkin akan mulai menurunkan suku bunga akhir tahun ini. Secara bersamaan, angka penjualan ritel yang kuat menegaskan pengeluaran konsumen AS yang kuat. Permintaan untuk aset aman tetap tinggi di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, kekhawatiran utang fiskal yang meningkat, dan pengawasan baru terhadap independensi Federal Reserve setelah penyelidikan kriminal terkait kesaksian Ketua Powell pada bulan Juni. Selain itu, perak terus didukung oleh pasokan yang secara struktural ketat, dengan pasar mengalami defisit bertahun-tahun dan likuiditas yang terbatas di London. Permintaan industri yang konsisten, didorong oleh teknologi energi bersih dan kecerdasan buatan, semakin memperkuat momentum kenaikan logam ini.