Inflasi Turki Mencapai Level Tertinggi dalam 4 Bulan

Inflasi tahunan Turki meningkat menjadi 31,53% pada Februari 2026, naik dari 30,65% pada Januari, ketika sempat menyentuh level terendah lebih dari empat tahun. Angka tersebut sedikit di bawah ekspektasi pasar sebesar 31,55% dan merupakan level tertinggi sejak Oktober 2025.

Kenaikan ini terutama didorong oleh percepatan kenaikan harga di sejumlah kategori, termasuk makanan dan minuman non-alkohol (36,44% vs 31,69% pada Januari), minuman beralkohol dan tembakau (36,54% vs 31,45%), kesehatan (29,26% vs 21,63%), informasi dan komunikasi (22,41% vs 20,09%), serta rekreasi dan budaya (27,24% vs 26,88%).

Sebaliknya, inflasi melambat pada beberapa komponen utama lainnya: perumahan (42,33% vs 45,36%), transportasi (28,86% vs 29,39%), pakaian dan alas kaki (6,79% vs 7,07%), perabotan dan perlengkapan rumah tangga (22,18% vs 23,13%), pendidikan (55,78% vs 64,7%), hotel, kafe dan restoran (32,93% vs 33,31%), asuransi dan jasa keuangan (28,31% vs 29,71%), serta berbagai barang dan jasa lainnya (28,02% vs 29,71%).

Secara bulanan, indeks harga konsumen naik 2,96% pada Februari, melambat dari kenaikan 4,84% pada Januari dan sedikit di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 3%.