Kontrak berjangka tembaga bergerak stabil di sekitar $5,85 per pon pada hari Kamis, mengonsolidasikan kenaikan sesi sebelumnya di tengah kondisi pasokan yang tetap ketat. Sejumlah tambang tembaga utama masih mengalami gangguan operasional, sehingga para produsen mempertahankan panduan output yang konservatif. Produksi tambang global diperkirakan hanya akan meningkat sekitar 1% tahun ini, dan pasar konsentrat kemungkinan akan tetap terbatas meskipun kapasitas pemurnian dan pengolahan terus diperluas.
Dari sisi permintaan, konsumsi yang kuat didorong oleh transisi energi dan pembangunan infrastruktur data center diproyeksikan akan membuat pasar tembaga tetap defisit dalam beberapa tahun mendatang. Pada saat yang sama, para investor mencermati secara saksama perkembangan geopolitik di Timur Tengah seiring konflik AS–Israel dengan Iran memasuki hari keenam.
Di Tiongkok, sebagai konsumen utama, otoritas menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih moderat sebesar 4,5%–5%, sementara para pembuat kebijakan berupaya mengatasi tekanan deflasi yang mengakar dan dampak tarif AS yang lebih tinggi.