Kontrak berjangka Brent crude turun di bawah $95 per barel pada hari Selasa, melemah dari hampir $120 pada sesi sebelumnya, setelah Presiden AS Donald Trump memberi isyarat bahwa konflik dengan Iran mungkin mendekati akhir dan bahwa operasi militer AS berjalan lebih cepat dari jadwal. Trump juga mengumumkan rencana untuk melonggarkan sejumlah sanksi terkait minyak dan menugaskan Angkatan Laut AS untuk mengawal kapal tanker yang melewati Selat Hormuz dalam upaya menstabilkan harga minyak.
Tekanan kenaikan harga juga mereda setelah para menteri keuangan G7 menyatakan bahwa kelompok tersebut “siap” melepaskan minyak dari cadangan strategis bila diperlukan, meski hingga kini langkah tersebut belum diambil. Harga minyak sempat melonjak pada hari Senin setelah produsen besar di Timur Tengah mulai memangkas produksi sebagai respons terhadap gangguan di Selat Hormuz. Dengan lalu lintas kapal tanker yang sangat terbatas dan kapasitas penyimpanan yang cepat terisi, beberapa produsen kunci — termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak — telah mulai menurunkan produksi.