Harga perak naik hingga sekitar $89 per ounce pada hari Selasa, bangkit kembali setelah sempat turun di bawah $80 pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh pelemahan dolar AS, seiring meningkatnya ekspektasi akan penyelesaian cepat perang di Iran yang mengurangi permintaan aset aman terhadap mata uang AS tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran hampir rampung dan berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan awal empat hingga lima minggu. Ia juga memberi sinyal rencana untuk menangguhkan sanksi yang terkait minyak serta mengerahkan Angkatan Laut AS guna mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz, sebagai upaya menstabilkan dan menahan kenaikan harga minyak.
Sebelumnya, dolar menguat karena aliran dana ke aset aman, mengungguli logam mulia ketika konflik di Timur Tengah dan lonjakan tajam harga minyak memicu kekhawatiran akan gangguan ekonomi yang berkepanjangan dan kembalinya tekanan inflasi.
Ke depan, para investor menyoroti rilis data inflasi AS yang akan datang untuk mendapatkan wawasan tambahan mengenai dinamika harga, meski angka-angka tersebut diperkirakan belum sepenuhnya mencerminkan dampak ekonomi dari perang di Iran.