Kontrak berjangka crude palm oil Malaysia naik sekitar 1% mendekati MYR 4.600 per ton pada hari Jumat, melanjutkan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut. Harga didukung oleh pelemahan ringgit dan penguatan pasar minyak nabati di bursa Dalian.
Sentimen semakin terangkat oleh kuatnya permintaan ekspor. Lembaga survei kargo memperkirakan bahwa pengiriman untuk periode 1–10 Maret melonjak 37,9% hingga 45,3% dibandingkan Februari, didorong oleh peningkatan pembelian selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Di India, pembeli minyak sawit terbesar di dunia, impor naik 11% pada Februari ke level tertinggi dalam enam bulan. Diskon yang lebih lebar dibandingkan minyak nabati pesaing mendorong para penyuling untuk meningkatkan pembelian minyak sawit sambil mengurangi impor minyak bunga matahari.
Data dari sisi pasokan juga menopang pasar. Stok bulan Februari turun 3,9% ke posisi terendah empat bulan di 2,70 juta ton, sementara produksi crude palm oil anjlok 18,6% menjadi 1,28 juta ton.
Dengan berbagai faktor tersebut, pasar berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut sekitar 5%, yang turut diperkuat oleh berita bahwa Indonesia mempercepat uji coba jalan untuk campuran biodiesel B50, yang dijadwalkan sekitar pertengahan tahun.