Saham Australia Memulai Pekan dengan Melemah

Indeks S&P/ASX 200 turun 0,6% ke 8.569 pada hari Senin, memperpanjang penurunan dari pekan sebelumnya seiring memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang terus memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan inflasi. Pada akhir pekan, AS melancarkan serangan terhadap target-target militer di dekat Pulau Kharg, pusat utama ekspor minyak Iran, dan memperingatkan bahwa serangan dapat diperluas ke infrastruktur energi jika pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu. Perkembangan ini mendorong harga minyak naik dan meningkatkan kekhawatiran terhadap guncangan pasokan yang dapat memicu kembali inflasi, sehingga memperkuat ekspektasi akan kenaikan suku bunga bank sentral lebih lanjut. RBA akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari Selasa, dengan pasar memperkirakan kenaikan suku bunga kedua secara berturut-turut yang akan mengangkat suku bunga acuan menjadi 4,1%. Saham sektor material menjadi salah satu penekan terberat, dengan perusahaan tambang besar seperti BHP Group, Rio Tinto, dan Fortescue melemah antara 0,9% hingga 2,9%. Saham penambang emas juga terkoreksi, dengan Newmont Corporation, Evolution Mining, dan Northern Star Resources turun antara 3,3% hingga 5,6%.