Indeks BSE Sensex India turun sekitar 1,7% ke level 73.249 pada hari Senin, menghapus kenaikan sesi sebelumnya dan menandai penutupan terendah sejak April 2025. Sentimen tertekan oleh aksi jual besar-besaran di pasar Asia di tengah kenaikan harga minyak mentah dan meningkatnya ketegangan geopolitik. Sebagai negara pengimpor minyak utama, India kini menghadapi kekhawatiran yang meningkat atas inflasi, pelebaran defisit perdagangan, tekanan terhadap nilai tukar rupee, serta risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi.
Foreign portfolio investors dilaporkan menarik dana sekitar US$9,57 miliar pada bulan Maret, arus keluar bulanan terbesar sejak Oktober 2024. Berbagai kabar spesifik emiten juga menekan pasar: target harga saham Petronet LNG dipangkas karena kekhawatiran potensi gangguan pasokan; HDFC Bank tertekan setelah pengunduran diri ketua dewan; State Bank of India disorot terkait persoalan tuntutan pajak; dan Tata Power terdampak oleh ketentuan regulasi baru.
Seluruh sektor ditutup di area negatif, dipimpin oleh saham-saham keuangan berkapitalisasi besar. Sejumlah penurun utama antara lain HDFC Bank (-2,4%), ICICI Bank (-1,4%), Multi Commodity Exchange (-3,9%), State Bank of India (-3,3%), dan BSE (-2,4%).