Impor Hong Kong naik 29,9% secara tahunan menjadi USD 473 miliar pada Februari 2026, melambat dari lonjakan 38,1% pada Januari—yang merupakan ekspansi tercepat sejak Maret 2010—dan menandai laju pertumbuhan paling lambat sejak November 2025.
Berdasarkan kategori produk, impor meningkat tajam untuk logam tidak bersifat ferro (474,8%); peralatan dan perangkat telekomunikasi serta perekam dan penghasil ulang suara (67,6%); mesin, peralatan dan perlengkapan listrik beserta suku cadang listriknya (30,5%); serta mesin dan peralatan pembangkit tenaga (24,4%).
Sebaliknya, impor turun untuk instrumen dan peralatan profesional, ilmiah, dan pengendali (-13,3%); minyak bumi, produk minyak bumi, dan bahan terkait (-6,4%); serta barang manufaktur mineral bukan logam (-4%).
Berdasarkan negara asal, pertumbuhan impor terkuat tercatat dari United Kingdom (230,6%), India (130,8%), Korea (113,6%), Vietnam (71,6%), Malaysia (31,1%), dan Mainland China (28,2%).