Saham Indonesia naik 77 poin, atau 1%, ke level 7.518 pada awal perdagangan Rabu, melanjutkan lonjakan tajam dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan reli pada kontrak berjangka AS setelah muncul laporan bahwa International Energy Agency mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak dalam jumlah terbesar sepanjang sejarah untuk meredam lonjakan harga minyak mentah.
Sentimen pasar juga didukung oleh data ekspor dan impor China, mitra dagang terbesar Indonesia, yang lebih kuat dari perkiraan untuk dua bulan pertama 2026, mengisyaratkan permintaan eksternal yang tetap tangguh. Di dalam negeri, aktivitas ritel tetap solid pada Januari, ditopang oleh belanja musiman menjelang Ramadan dan libur Idulfitri.
Namun, potensi kenaikan terbatas oleh sikap hati-hati investor menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pekan depan, setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah untuk kelima kalinya berturut-turut pada Februari.
Kenaikan terjadi secara luas, dipimpin oleh sektor transportasi, infrastruktur, dan properti. Sejumlah saham yang mencatat kinerja unggul antara lain Solusi Sinergi Digital (naik 8,1%), Raharja Energi Cepu (5,6%), Sentul City (4,5%), Bukit Uluwatu Villa (3,3%), dan Unilever Indonesia (2,1%).