Rand Afrika Selatan terdepresiasi ke sekitar 16,5 per USD, menandai level terendahnya dalam lebih dari seminggu. Penurunan ini didorong oleh meningkatnya aversi risiko setelah ancaman Presiden Trump untuk memberlakukan tarif 10% pada beberapa negara Eropa sebagai tekanan terhadap Denmark terkait Greenland. Di dalam negeri, pelaku pasar fokus pada data inflasi yang akan dirilis pada 21 Januari, dengan proyeksi menunjukkan sedikit peningkatan menjadi 3,6% untuk Desember, naik dari 3,5% pada November. Penurunan rand agak teredam oleh kenaikan harga logam mulia, terutama emas.