Kontrak berjangka kedelai kembali menembus level di atas $12 per gantang, mencapai titik tertinggi sejak Mei 2024, seiring harga energi yang tinggi dan risiko geopolitik terus memberikan dukungan bagi komoditas minyak nabati. Pelaku pasar tetap berfokus pada gangguan yang terkait dengan konflik AS–Israel dengan Iran. Harga minyak mentah kembali melanjutkan reli meskipun International Energy Agency mengizinkan pelepasan cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah.
Sementara sebagian pelaku pasar bertaruh pada penyelesaian cepat konflik dan pemulihan pengiriman bahan bakar serta pupuk melalui Selat Hormuz, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah memperingatkan akan adanya hari serangan yang intens, dan upaya terbaru Iran untuk memasang ranjau di Selat tersebut mengindikasikan gangguan akan terus berlanjut. Dalam konteks ini, kekhawatiran mengenai kecukupan pasokan gandum global mereda, mendorong harga kedelai ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Pelaku pasar juga sebagian besar mengabaikan laporan WASDE hari Selasa yang tidak banyak membawa kejutan.