Imbal hasil gilt 10 tahun Inggris naik menjadi 4,55%, level tertinggi sejak 5 Februari, dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan sebesar 32 basis poin seiring investor bereaksi terhadap meningkatnya risiko inflasi yang bersumber dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut telah memperkuat kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak mentah global, mendorong harga energi lebih tinggi dan kemungkinan akan mempertahankan inflasi tetap tinggi di seluruh Eropa. Akibatnya, ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank of England pun berkurang: pasar uang Inggris kini menilai probabilitas pemangkasan suku bunga bulan ini kurang dari 20%, dan kontrak futures suku bunga Inggris mengimplikasikan peluang kurang dari 50–50 bahkan hanya untuk satu kali pemangkasan hingga akhir 2026. Awal pekan ini, Office for Budget Responsibility menurunkan proyeksi pertumbuhan Inggris untuk 2026 menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,4%, sebelum mempertimbangkan potensi guncangan harga energi. Namun, proyeksi pertumbuhan untuk 2027 dan 2028 dinaikkan menjadi 1,6%, mencerminkan perkiraan penurunan biaya pinjaman dan inflasi yang lebih moderat.