Harga Gandum Stabil Seiring Turunnya Harga Minyak

Kontrak berjangka gandum stabil di sekitar $580 per bushel setelah sempat melonjak mendekati $635 pada 9 Maret, seiring penurunan tajam harga minyak yang meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan memperkuat harapan akan berakhirnya perang di Iran dalam waktu dekat. Reli sebelumnya, yang secara luas dipandang didorong oleh posisi spekulatif terkait risiko geopolitik, berbalik arah di tengah aksi jual teknikal.

Pergerakan harga tersebut mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan bahwa operasi militer AS di Iran mendekati tahap akhir, disertai jaminan bahwa langkah-langkah telah disiapkan untuk menjaga harga minyak tetap terkendali. Sinyal tersebut mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan energi yang berkepanjangan. Pasar gandum sering bergerak searah dengan minyak mentah karena komoditas pertanian merupakan bahan baku utama untuk produksi biofuel, dan harga energi yang lebih tinggi meningkatkan biaya pupuk, transportasi, serta input lainnya dalam produksi pertanian.

Pada saat yang sama, USDA melaporkan bahwa penilaian kondisi gandum musim dingin turun 22% dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan tipisnya lapisan salju dan meluasnya kekeringan di wilayah southern Plains, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi penurunan hasil panen.