Harga Bensin Bertahan Dekat Puncak Tertinggi dalam 3½ Tahun

Kontrak berjangka bensin AS turun menjadi sekitar $3,20 per galon pada hari Senin, tetapi tetap dekat dengan level tertingginya sejak Juli 2022, seiring Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Teheran. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia memperingatkan bahwa Iran dapat menghadapi konsekuensi berat — termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting seperti pembangkit listrik dan jembatan — jika terus menutup Selat Hormuz.

Pernyataannya itu menyusul pidato kenegaraan pekan lalu, di mana ia menyatakan bahwa konflik tersebut bisa berlarut hingga dua hingga tiga minggu ke depan. Pada saat yang sama, OPEC+ mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari pada bulan Mei. Namun, masih ada ketidakpastian mengenai bagaimana pasokan tambahan ini akan mencapai pasar global selama Selat tersebut tetap tertutup.

Kelompok itu juga memperingatkan bahwa memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat serangan Iran memerlukan biaya besar dan waktu yang lama, sebuah kombinasi yang kemungkinan akan membuat pasokan keseluruhan tetap ketat.