Kontrak Berjangka Gula Mendekati Level Tertinggi dalam Hampir 1 Minggu

Kontrak berjangka gula AS naik mendekati 14 sen per pon, level tertinggi dalam hampir sepekan, seiring konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap produksi gula. Kenaikan harga minyak biasanya meningkatkan profitabilitas etanol, sehingga mendorong produsen global untuk mengalihkan porsi yang lebih besar dari tebu ke biofuel alih-alih gula, yang dapat memperketat pasokan di pasar dunia. Analis kini memperkirakan kilang di Brazil, produsen gula terbesar di dunia, akan merespons kondisi ini dengan memprioritaskan produksi etanol dibandingkan gula.