Kontrak berjangka kopi Arabika melemah mendekati $2,80 per pon, level terendah sejak akhir Februari, tertekan oleh proyeksi terbaru akan pasokan yang melimpah dari produsen utama, Brasil. Instituto Brasileiro de Geografia e EstatÃstica (IBGE) kini memperkirakan panen kopi Brasil tahun ini akan mencapai rekor 64,1 juta kantong 60 kg, 3,9% lebih tinggi dibandingkan perkiraan Januari. Jika terkonfirmasi, angka ini akan mencerminkan kenaikan 11,5% dibandingkan panen tahun lalu, yang terutama didorong oleh peningkatan produksi Arabika.
Pada saat yang sama, prakiraan curah hujan yang menguntungkan di sejumlah wilayah utama penghasil kopi meningkatkan ekspektasi untuk panen mendatang. Pada 12 Maret, StoneX menaikkan perkiraan produksi kopi Brasil 2026/27 menjadi rekor 75,3 juta kantong, dari proyeksi 70,7 juta pada November. Revisi tersebut mengimplikasikan kenaikan 20,8% dibandingkan musim sebelumnya, sekali lagi terutama ditopang oleh lonjakan produksi Arabika.
Sementara itu, pelaku pasar tetap waspada terhadap risiko geopolitik, khususnya ketegangan yang melibatkan Iran, yang terus mendorong kenaikan biaya logistik global.