Ibovespa ditutup naik 0,3% pada Rabu, di 183.969 poin, seiring penguatan di sektor komoditas mengimbangi tekanan berkelanjutan dari tingginya suku bunga di Brasil. Saham Petrobras menguat tajam, didukung oleh harga minyak Brent yang diperdagangkan dengan volatilitas tinggi di kisaran 90 dolar di tengah laporan memanasnya aksi serangan di Selat Hormuz, yang menegaskan kembali pentingnya ekspor energi dalam konflik kawasan tersebut. Pada saat yang sama, International Energy Agency mempertimbangkan pelepasan cadangan strategis dalam skala besar untuk meredakan kekhawatiran terhadap pasokan global. Pasar juga bereaksi terhadap data inflasi Amerika Serikat, dengan indeks harga konsumen naik 0,3% pada Februari, yang semakin menguatkan sikap restriktif Banco Central do Brasil dan keputusannya mempertahankan suku bunga Selic di 15% guna menekan inflasi yang masih jauh di atas target 3%. Di sepanjang kurva suku bunga, kontrak berjangka menguat, memberikan tekanan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga, termasuk perbankan seperti Santander dan Bradesco, sementara Vale menambah volatilitas di tengah ketidakpastian internasional yang masih berlanjut.