Dolar Kanada Melemah

Dolar Kanada melemah menembus level 1,36 per dolar AS karena permintaan aset safe haven terhadap greenback mengimbangi dukungan dari lonjakan harga energi. Retorika menantang dari Pemimpin Tertinggi Iran yang baru meningkatkan kekhawatiran akan blokade berkepanjangan di Selat Hormuz, mendorong minyak mentah WTI menembus di atas 100 dolar AS per barel. Meskipun rekor harga minyak yang tinggi biasanya menjadi pendorong bagi loonie, mata uang ini kini terjebak dalam tarik-menarik dengan dolar AS yang kembali menguat seiring memburuknya selera risiko global.

Data ekonomi domestik juga menunjukkan hasil yang beragam: tingkat pengangguran naik menjadi 6,8% pada Februari karena pertumbuhan angkatan kerja melampaui kenaikan lapangan kerja yang terbatas. Terlepas dari tanda-tanda pelemahan ini, Bank of Canada secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di 2,25% pada pertemuan 18 Maret, karena bank tersebut berupaya mengimbangi inflasi headline sebesar 2,4% dan mengantisipasi potensi gangguan baru pada rantai pasokan. Sikap kebijakan yang tegas ini dimaksudkan untuk menjaga keunggulan imbal hasil dibandingkan Federal Reserve, meskipun loonie tetap rentan terhadap arus pembalikan risiko ke aset yang lebih aman.