Harga Bijih Besi Sentuh Level Tertinggi dalam 5 Minggu

Kontrak berjangka bijih besi naik menembus CNY 780 per ton, menyentuh level tertinggi dalam lima minggu seiring meluasnya konflik di Timur Tengah yang mengancam mengganggu rantai pasok global dan mendorong kenaikan biaya pengapalan. Krisis tersebut praktis menutup Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor baja China ke pasar Teluk. Kawasan ini telah menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi China, menyumbang sekitar 16% dari pengiriman baja negara itu tahun lalu.

Harga juga didukung oleh janji Beijing untuk memperkuat industri baja dengan memangkas kapasitas berlebih. Perencana ekonomi di Kongres Rakyat Nasional mengisyaratkan rencana pengurangan kapasitas produksi baja secara bertahap dan teratur, sebuah kebijakan yang berpotensi mengangkat harga baja dan memperbaiki margin. Pada gilirannya, hal ini dapat menopang permintaan terhadap bahan baku pembuatan baja seperti bijih besi.

Namun, pabrik baja China tetap berada di bawah tekanan akibat kelebihan pasokan yang terus berlanjut di tengah perlambatan berkepanjangan di sektor properti, sementara prospek ekspor semakin tertekan oleh meningkatnya langkah-langkah proteksionis di luar negeri.