Saham Selandia Baru Berada di Jalur Rugi Mingguan

Saham Selandia Baru turun 98 poin, atau 0,7%, ke level 13.521 pada sesi pagi hari Jumat, menghapus kenaikan yang terjadi sehari sebelumnya. Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan di Wall Street semalam dan terjadi ketika konflik di Timur Tengah memasuki hari ketujuh, yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi, sekaligus menambah ketidakpastian terkait waktu dan besaran kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Sentimen risiko semakin tertekan oleh sikap hati-hati menjelang rilis data penting pekan depan dari Tiongkok, mitra dagang terbesar Selandia Baru, termasuk data inflasi Februari serta data perdagangan gabungan Januari–Februari. Di dalam negeri, investor juga menanti data penjualan manufaktur kuartal IV, PMI Februari, serta jumlah kedatangan wisatawan untuk Januari.

Mayoritas sektor di NZX 50 diperdagangkan melemah, dengan sektor transportasi, layanan kesehatan, dan non-energy minerals memimpin penurunan. Sebaliknya, saham di sektor logistik dan teknologi elektronik membukukan kenaikan. Beberapa saham yang berkinerja buruk pada awal sesi antara lain Scott Technology (-4,6%), Tourism Holdings (-2,4%), PGG Wrightson (-2,3%), dan Colonial Motor (-2,2%).

Secara mingguan, pasar Selandia Baru berada di jalur mencatat penurunan pertama dalam tiga minggu, dengan pelemahan sekitar 1,4% hingga saat ini.