Kontrak berjangka zinc turun kembali ke bawah $3.300 per ton setelah sempat menyentuh level tertinggi satu bulan, karena ketidakpastian yang berkepanjangan mengenai potensi gencatan senjata di Timur Tengah membebani prospek permintaan secara lebih luas. Bentrokan sporadis terus berlanjut di seluruh kawasan, dengan Israel melancarkan serangan di Lebanon di tengah perselisihan antara Iran dan pihak AS–Israel mengenai apakah kesepakatan gencatan senjata apa pun akan mencakup wilayah Lebanon.
Kendati demikian, fundamental yang mendasari secara umum masih mendukung pergerakan harga. Aktivitas pabrik di China telah kembali ke zona ekspansi, sehingga meningkatkan ekspektasi permintaan terhadap logam dasar. Pada saat yang sama, persediaan di Shanghai Futures Exchange turun 1% sepanjang pekan lalu, sementara penutupan tambang yang berkelanjutan dan gangguan operasional berkontribusi pada kondisi pasokan yang ketat dalam jangka pendek.
Meski begitu, tambahan produksi dari proyek seperti Tara dan Kipushi, bersama dengan rencana peningkatan produksi dari produsen utama lainnya, diperkirakan akan membuat pasar zinc tetap berada dalam kondisi surplus kecil.