Imbal Hasil Obligasi 10 Tahun Kanada Melonjak karena Kekhawatiran Inflasi

Imbal hasil obligasi pemerintah Kanada bertenor 10 tahun naik mendekati 3,4% seiring memburuknya konflik di Timur Tengah dan reli harga minyak Brent yang memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga mengimbangi data ketenagakerjaan yang lebih lemah di Amerika Utara. Kehilangan tak terduga 92.000 lapangan kerja di AS dan kenaikan tingkat pengangguran AS menjadi 4,4% sempat mendorong imbal hasil turun, namun kenaikan harga minyak berikutnya yang mendekati $90 per barel memaksa investor untuk menyesuaikan kembali penilaian risiko periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan.

Tekanan ke atas pada imbal hasil juga diperkuat oleh keputusan Bank of Canada untuk mempertahankan suku bunga acuannya di 2,25%, meskipun terjadi kontraksi output domestik sebesar 0,6% pada kuartal terakhir 2025. Bank sentral tetap berfokus pada tingkat inflasi utama sebesar 2,4% dan ancaman gangguan rantai pasok yang kembali muncul.

Pada saat yang sama, investor obligasi menilai implikasi fiskal jangka panjang dari proposal South Bow untuk memulihkan sejumlah bagian pipa Keystone XL. Proyek tersebut berpotensi secara signifikan memperbaiki neraca perdagangan Kanada dengan meningkatkan ekspor minyak mentah ke AS lebih dari 12%.