Won Korea Selatan stabil di sekitar 1.477 per dolar, menghentikan aksi jual tajam yang sebelumnya mendorong mata uang tersebut ke level terendah dalam 17 tahun, seiring otoritas memperketat pengawasan pasar valuta asing di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Dalam perdagangan luar negeri sebelumnya, won sempat menembus level 1.500 per dolar—terakhir terjadi pada Maret 2009—sebelum berbalik menguat ketika pelaku pasar menilai ulang kondisi likuiditas dan panduan resmi. Bank sentral menekankan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya, dengan menunjukkan bahwa likuiditas dolar masih berlimpah dan indikator risiko eksternal utama, seperti biaya pinjaman pemerintah serta premi credit default swap, tetap stabil. Sambil tetap mengingatkan bahwa volatilitas nilai tukar dan gejolak yang lebih luas di pasar keuangan dapat berlanjut bergantung pada perkembangan di Timur Tengah, para pembuat kebijakan menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menangkal pergerakan nilai tukar yang berlebihan jika menyimpang secara signifikan dari fundamental ekonomi.