Harga perak menguat mendekati $85 per ounce pada hari Kamis, membukukan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut seiring ketidakpastian geopolitik terkait konflik Iran dan pelemahan dolar AS yang mendorong permintaan terhadap logam mulia. Kampanye AS–Israel terhadap Iran telah memasuki hari keenam, membuat pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi lebih lanjut dan konfrontasi yang berkepanjangan.
Dalam perkembangan militer yang signifikan, sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, sebuah tindakan yang digambarkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II.” Harga perak juga mendapat dukungan dari pelemahan dolar setelah muncul laporan bahwa operator Iran telah mendekati AS untuk menjajaki kemungkinan pembicaraan damai, meskipun Teheran kemudian membantah telah melakukan pendekatan semacam itu.
Kekhawatiran inflasi mereda lebih jauh ketika pemerintahan Trump berupaya meyakinkan pasar mengenai keberlanjutan aktivitas komersial di Teluk. Pada saat yang sama, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tarif global 15% yang baru saja diumumkan Presiden Trump diperkirakan akan mulai berlaku akhir minggu ini.