Saham Selandia Baru Menguat di Awal Pekan

Pada Senin pagi, indeks ekuitas Selandia Baru 50 mengalami kenaikan moderat, naik 14 poin, atau 0,1%, mencapai 13.462. Kenaikan ini terjadi sebagai rebound setelah kerugian pada sesi sebelumnya, didorong oleh kekuatan di sektor komunikasi dan layanan konsumen. Sentimen pasar didukung oleh pengumuman dari Perdana Menteri Chris Luxon, yang mengonfirmasi bahwa pemilihan berikutnya akan berlangsung pada 7 November 2026, saat ia berupaya untuk masa jabatan kedua. Luxon juga menyoroti pencapaian pemerintahannya, mencatat bahwa inflasi telah menurun dari 7% menjadi 3%.

Di China, mitra dagang yang signifikan, regulator telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi volatilitas pasar dengan menargetkan berbagai praktik perdagangan yang tidak teratur. Sementara itu, di Amerika Serikat, futures tetap stabil dengan investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve akhir pekan ini. Selain itu, Presiden Trump mengindikasikan bahwa ia akan segera mengumumkan pilihannya untuk menggantikan Jerome Powell sebagai ketua Fed.

Meski ada pergerakan positif ini, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran mengenai data ekonomi lokal yang akan datang, seperti neraca perdagangan bulan Desember dan laporan kepercayaan bisnis dan konsumen bulan Januari. Di antara pergerakan awal pasar saham adalah Contact Energy, naik 1,6%, Scott Tech, yang meningkat 1,4%, Spark NZ, naik 1,3%, dan Auckland International Airport, naik 1,1%.