Pada bulan Desember 2025, Hong Kong mengalami pelebaran defisit perdagangan yang signifikan, mencapai USD 63,25 miliar, naik dari USD 34,5 miliar pada Desember tahun sebelumnya. Ini menandai kesenjangan perdagangan terbesar sejak September 2023. Lonjakan impor, yang naik 30,6% dari tahun ke tahun menjadi USD 576,05 miliar, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan pembelian mesin listrik, peralatan dan perlengkapan, serta suku cadang listrik, yang naik sebesar 27,9%, dan peralatan telekomunikasi serta perekaman dan reproduksi suara, yang melonjak sebesar 59,6%. Secara khusus, impor mengalami pertumbuhan paling menonjol dari Tiongkok Daratan (33,9%), Taiwan (30,8%), dan Singapura (17,2%).
Di sisi ekspor, terdapat peningkatan 26,1% dari tahun ke tahun menjadi USD 512,8 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pengiriman mesin listrik dan suku cadang, yang meningkat sebesar 30,7%, dan peralatan telekomunikasi serta perekaman suara, yang menunjukkan kenaikan sebesar 46,8%. Ekspor mengalami pertumbuhan paling signifikan ke Tiongkok Daratan (24,9%), Amerika Serikat (47,5%), dan Vietnam (29,4%).
Untuk keseluruhan tahun 2025, defisit perdagangan kumulatif Hong Kong meningkat menjadi USD 446,6 miliar, dengan ekspor dan impor masing-masing tumbuh 15,4% dan 15,5%.