Futures kedelai tetap sekitar $10,70 per gantang, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Desember. Kenaikan ini didukung oleh pelemahan dolar AS, meskipun prospek panen rekor di Brasil telah membatasi pergerakan naik lebih lanjut. Dolar telah mencapai titik terendahnya dalam hampir empat tahun karena kekhawatiran baru mengenai kemungkinan penutupan pemerintah AS, ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Presiden Trump, dan spekulasi tentang kemungkinan intervensi mata uang terkoordinasi antara AS dan Jepang. Di sisi permintaan, China diproyeksikan akan meningkatkan impor kedelai Brasil pada paruh pertama tahun 2026. Lonjakan ini didorong oleh produksi rekor dan harga yang kompetitif, semakin memperkuat peran utama Amerika Selatan di pasar biji minyak terbesar di dunia. Perkembangan ini mengikuti peningkatan terbaru dalam pembelian kedelai AS, dengan laporan yang menunjukkan bahwa China mencapai tujuannya untuk membeli 12 juta ton kedelai AS setelah gencatan senjata perdagangan dicapai pada akhir Oktober. Pada saat yang sama, investor terus memantau kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi menekan di wilayah pertanian utama Argentina.