Dolar Australia Tetap Lesu

Dolar Australia tetap lemah di kisaran $0,690, bergerak dekat level terendah dua bulan karena investor bersikap lebih hati-hati menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Trump terkait Selat Hormuz. Washington menetapkan jadwal yang tegas bagi Iran untuk kembali membuka Teluk bagi pelayaran komersial atau menghadapi kemungkinan serangan terhadap infrastruktur penting jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Meningkatnya risiko gangguan di jalur utama pengapalan minyak ini telah mendorong lonjakan harga energi dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ekspektasi akan kemungkinan terobosan diplomatik di menit-menit terakhir membatasi pelemahan lebih lanjut mata uang Australia, namun sentimen secara keseluruhan tetap rapuh, dengan para pelaku pasar sangat mencermati tenggat pukul 8 malam waktu bagian Timur AS.

Dari sisi domestik, data menunjukkan penurunan tajam dalam aktivitas ekonomi. S&P Global PMI Australia berbalik memasuki zona kontraksi pada Maret untuk pertama kalinya dalam sekitar 18 bulan. Indeks services PMI turun ke 46,3 dari 52,8, sementara indeks komposit melemah ke 46,6, mengindikasikan pelemahan kondisi sektor swasta di tengah memuncaknya ketegangan geopolitik dan meningkatnya biaya bahan bakar.