Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) melaporkan adanya penurunan tipis dalam kepemilikan asset luar negeri untuk bulan Desember 2025. Angka terbaru menunjukkan bahwa kepemilikan offshore berhenti di level 57,50%, turun 0,50% dari angka 58,00% yang dicatat pada November 2025.
Penurunan ini menandai sedikit penyesuaian dalam pola investasi internasional dan mungkin mencerminkan perubahan dalam alokasi portofolio oleh investor global yang mempengaruhi pasar Selandia Baru. Meskipun koreksi ini kecil, namun memberikan indikasi akan adanya dinamika baru dalam sektor keuangan internasional yang dapat diperhatikan lebih lanjut oleh pelaku ekonomi dan pengamat pasar.
Data terbaru ini diperbarui pada 21 Januari 2026 dan menjadi salah satu indikator penting bagi RBNZ untuk memantau keterlibatan dan eksposur pasar internasional terhadap ekonomi Selandia Baru.