Kontrak berjangka karet turun ke sekitar 203 sen AS per kilogram, mundur dari level tertinggi satu tahun terakhir di 205 sen AS, seiring meningkatnya persediaan di China yang menekan harga. Pada saat yang sama, pialang lokal menyoroti bahwa produksi di pabrikan ban China belum kembali ke level sebelum Tahun Baru Imlek. Penurunan ini sebagian tertahan oleh penguatan harga minyak di tengah konflik di Timur Tengah dan oleh keterbatasan pasokan musiman. Di kawasan utama penghasil di Asia Tenggara, periode Februari–Mei merupakan musim “wintering” dengan produksi rendah, ketika hasil getah lateks secara alami menurun. Selain itu, curah hujan yang tinggi di negara produsen utama seperti Thailand dan Indonesia semakin memperketat ketersediaan bahan baku.