Harga Minyak Mendekati Tertinggi dalam 12 Minggu

Futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tetap stabil di sekitar $61 per barel pada hari Rabu, mempertahankan kenaikan dari reli empat hari terakhir yang mendorong harga mendekati level tertinggi dalam dua belas minggu. Investor sangat memperhatikan pernyataan yang akan datang dari pejabat AS mengenai Iran, yang diharapkan selama pertemuan di Gedung Putih. Perkembangan ini mengikuti keputusan Presiden Trump untuk menunda diskusi dengan para pemimpin Iran hingga protes yang sedang berlangsung di Iran mereda, sebuah langkah yang disertai dengan pernyataannya mendukung para demonstran. Kerusuhan di Iran, ditambah dengan potensi intervensi AS, menimbulkan ancaman terhadap produksi minyak negara tersebut yang sekitar 3,3 juta barel per hari. Selain itu, Presiden Trump telah memperingatkan bahwa negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran dapat menghadapi tarif baru sebesar 25%, yang semakin memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan. Dalam perkembangan lainnya, serangan terhadap dua kapal tanker minyak di dekat terminal Laut Hitam Konsorsium Pipa Kaspia telah mengganggu ekspor minyak mentah Kazakhstan, memperburuk penundaan yang sudah disebabkan oleh cuaca musim dingin yang parah dan kerusakan pada fasilitas tambat. Selain itu, data dari American Petroleum Institute menunjukkan peningkatan 5,3 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS minggu lalu, yang bisa menjadi peningkatan terbesar dalam dua bulan jika dikonfirmasi oleh statistik resmi.