Futures bijih besi telah melonjak hingga sekitar CNY 825 per ton, menandai titik tertinggi mereka sejak Februari tahun sebelumnya. Kenaikan ini mengikuti pengumuman China tentang impor material pembuat baja yang memecahkan rekor untuk bulan Desember dan sepanjang tahun 2025. Beberapa faktor telah berkontribusi pada peningkatan ini, termasuk tingkat persediaan yang rendah, margin baja yang membaik, dan kegiatan pengisian kembali stok menjelang liburan Tahun Baru Imlek pada bulan Februari. Selain itu, China mencatat ekspor baja yang belum pernah terjadi sebelumnya bulan lalu karena para pedagang mempercepat pengiriman sebelum mandat lisensi ekspor yang direncanakan Beijing untuk tahun 2026. Dari sisi pasokan, kondisi mendukung karena data industri terbaru menunjukkan perlambatan pengiriman dari Australia dan Brasil. Sentimen pasar juga didorong oleh harapan pelonggaran kebijakan lebih lanjut. Optimisme ini mengikuti pertemuan terbaru kabinet China, di mana paket komprehensif langkah-langkah fiskal dan keuangan dibahas, bertujuan untuk merangsang permintaan domestik dan memperkuat konsumsi rumah tangga.