Saham Eropa ditutup turun tajam pada hari Senin, terkoreksi dari rekor tertinggi yang dicapai sepanjang pekan sebelumnya setelah pecahnya perang di Timur Tengah pada akhir pekan. STOXX 50 Zona Euro merosot 2,5% ke 5.987, sementara STOXX 600 pan-Eropa turun 1,5% ke 624. Eskalasi tersebut terjadi setelah serangan Amerika Serikat yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran dan sejumlah pejabat senior, yang mendorong Iran melancarkan serangkaian serangan ke negara-negara Timur Tengah yang bersekutu dengan AS, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi mereka. Harga acuan gas alam Eropa melonjak hingga 50%, dan harga minyak juga menguat, mendorong ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi Eropa lebih tinggi serta menekan saham-saham perbankan. Santander, BBVA, dan Intesa Sanpaolo masing-masing turun sekitar 4%. Saham consumer discretionary dan produsen otomotif juga terkoreksi di tengah kekhawatiran atas inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi: Inditex, LVMH, dan Hermès merosot lebih dari 4%, sementara BMW dan Volkswagen turun 5%. Sebaliknya, perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan, bersama dengan produsen energi, justru menguat.