Futures kapas telah naik di atas 65 sen per pon, mencapai titik tertinggi sejak awal November. Kenaikan ini disebabkan oleh melemahnya dolar, yang telah mendorong harga komoditas di tengah kekhawatiran baru mengenai independensi Federal Reserve. Para investor kini mengalihkan perhatian mereka ke laporan Pasokan dan Permintaan AS (WASDE) bulan Januari yang akan datang untuk mendapatkan wawasan tambahan tentang kondisi pasar domestik dan global. Dalam pembaruan terbaru, laporan penjualan ekspor mingguan USDA, tertanggal 9 Januari, mengungkapkan bahwa penjualan ekspor kapas AS untuk tahun pemasaran saat ini mencapai 98.000 bale berjalan untuk pekan yang berakhir pada 1 Januari. Angka ini menunjukkan penurunan dari 134.000 bale yang tercatat pada pekan sebelumnya. Di Brasil, ekspor kapas mencapai 452,5 ribu ton pada bulan Desember, mencetak rekor bulanan baru dan melampaui puncak sebelumnya sebesar 415,6 ribu ton yang dicapai pada Januari 2025, menurut data yang dirilis pada 6 Januari oleh Sekretariat Perdagangan Luar Negeri (Secex).